Bagaimana Jamal D. Rahman dan Agus Sardjono Minta Maaf kepada Pelukis Hanafi dan Ingkar Janji
Ada telepon dari pelukis Hanafi kemarin sore. Kami ngobrol-ngobrol
beberapa hal dan di antara pelbagai topik obrolan ia menceritakan bahwa
Agus R. Sardjono dan Jamal D. Rahman menemuinya di Studio Hanafi.
Mereka meminta maaf, dengan gestur yang dramatis, karena telah mengambil
begitu saja lukisan Hanafi sebagai sampul buku "33 tokoh sastra" yang
diterbitkan oleh KPG. "Mereka menaruh kepala di meja dan mengangkat
kedua tangan," kata Adinda Luthvianti, istri pelukis Hanafi. "Seperti
perpaduan antara pasrah dan memohon ampun."
Hanafi meminta
sampul buku itu dicopot dan ia menulis surat, dengan tulisan tangan,
untuk menegaskan permintaannya kepada Tim 8 dan Penerbit KPG, dan ia
ingin surat itu dimuat di media massa. "Saya sendiri yang mengirimkannya
ke media-media atau kalian yang mengupayakan pemuatannya?" tanya
Hanafi. Agus dan Jamal memilih yang kedua. Mereka meninggalkan Studio
Hanafi dengan dua janji: mencopot sampul buku dan memuatkan surat Hanafi
ke media massa.
"Sudah tiga minggu sekarang dan saya tidak
melihat mereka menepati janji. Mereka datang menemui saya, saya terima
baik-baik. Saya tidak menuntut apa pun dan hanya memberi kesempatan
kepada mereka untuk berjiwa besar, membereskan kesalahan yang telah
mereka lakukan, tapi mereka rupanya orang-orang yang tidak memenuhi
komitmen. Apa artinya mereka memasrahkan kepala di meja waktu itu?" kata
Hanafi.
Saat kami mengakhiri percakapan, saya meminta izin kepadanya untuk menuliskan hal itu dan ia setuju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar