Minggu, 16 Februari 2014

AS LAKSANA

Bagaimana Jamal D. Rahman dan Agus Sardjono Minta Maaf kepada Pelukis Hanafi dan Ingkar Janji

Ada telepon dari pelukis Hanafi kemarin sore. Kami ngobrol-ngobrol beberapa hal dan di antara pelbagai topik obrolan ia menceritakan bahwa Agus R. Sardjono dan Jamal D. Rahman menemuinya di Studio Hanafi. Mereka meminta maaf, dengan gestur yang dramatis, karena telah mengambil begitu saja lukisan Hanafi sebagai sampul buku "33 tokoh sastra" yang diterbitkan oleh KPG. "Mereka menaruh kepala di meja dan mengangkat kedua tangan," kata Adinda Luthvianti, istri pelukis Hanafi. "Seperti perpaduan antara pasrah dan memohon ampun."

Hanafi meminta sampul buku itu dicopot dan ia menulis surat, dengan tulisan tangan, untuk menegaskan permintaannya kepada Tim 8 dan Penerbit KPG, dan ia ingin surat itu dimuat di media massa. "Saya sendiri yang mengirimkannya ke media-media atau kalian yang mengupayakan pemuatannya?" tanya Hanafi. Agus dan Jamal memilih yang kedua. Mereka meninggalkan Studio Hanafi dengan dua janji: mencopot sampul buku dan memuatkan surat Hanafi ke media massa.

"Sudah tiga minggu sekarang dan saya tidak melihat mereka menepati janji. Mereka datang menemui saya, saya terima baik-baik. Saya tidak menuntut apa pun dan hanya memberi kesempatan kepada mereka untuk berjiwa besar, membereskan kesalahan yang telah mereka lakukan, tapi mereka rupanya orang-orang yang tidak memenuhi komitmen. Apa artinya mereka memasrahkan kepala di meja waktu itu?" kata Hanafi.

Saat kami mengakhiri percakapan, saya meminta izin kepadanya untuk menuliskan hal itu dan ia setuju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar